Huma Dan Epistema Institute

Huma Dan Epistema Institute

Bicara tentang hukum tak lepas dari lingkungan, begitu pula sebaliknya. STH Indonesia Jentera menyadari betul akan hal itu dan memberikan mata kuliah berkaitan dengan lingkungan dan hukum. Antara satu dan lainnya tidak dilihat sebagai dua bidang yang terpisah, melainkan saling melengkapi. Maka itu, HuMA dan Epistema Institute menjadi mitra pengelola kelas di mata kuliah yang berkaitan dengan lingkungan dan sumber daya alam. HuMa dan Epistema Institute akan merancang kurikulum bersama dengan STH Indonesia Jentera. Kemudian, pengajar pun juga akan berasal dari kedua lembaga ini dan juga pengajar tetap STH Indonesia Jentera.

“HuMa adalah organisasi nonpemerintah yang bersifat nirlaba yang memusatkan perhatian kerjanya pada isu pembaharuan hukum (law reform) pada bidang sumber daya alam (SDA).” Begitulah HuMa menjelaskan dirinya sendiri dalam laman internetnya. Nilai-nilai yang dianut HuMa, yaitu hak asasi manusia, keadilan sosial, keberagaman budaya, kelestarian ekosistem, penghormatan terhadap kemampuan rakyat, dan kolektivitas. Itu semakin menebalkan kesempatan untuk berkolaborasi karena nilai-nilainya selaras dengan nilai STH Indonesia Jentera.

Begitu pun dengan Epistema Institute yang lahir dari HuMa. Seperti yang dilansir dalam laman internetnya, mereka menggambarkan lembaganya sebagai, “Lembaga ini (Yayasan Epistema maupun Epistema Institute) adalah pengembangan dari Learning Centre HuMa, sebuah unit kerja semi-otonom dalam Perkumpulan HuMa yang dibentuk untuk mendorong pembelajaran berbagai aliran pemikiran tentang hukum dan masyarakat.” Kedua lembaga ini mempunyai pengetahuan tentang reformasi hukum terkait lingkungan dan sumber daya alam. Bukan hanya memilikinya, HuMa dan Epistema Institute terus mengembangkan pengetahuan itu. Mereka turun lapangan; mengaplikasikan pengetahuannya dalam tataran praktik.

Dalam praktiknya, HuMa dan Epistema Institute melibatkan masyarakat adat sebagai aktor utama. Pembaruan yang mereka dorong berkepentingan pada keadilan bagi masyarakat marjinal dan lingkungan. Pengalaman dan praktik itulah yang semakin memantapkan HuMa dan Epistema Institute sebagai mitra pengelola kelas. Mahasiswa bisa melihat lebih dalam bukan hanya dari teori-teori yang dibicarakan, tetapi juga contoh kasus nyata di lapangan.

http://huma.or.id/

Yang Membuat Jentera Berbeda

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Yang Membuat Jentera Berbeda

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Jentera dan Badan Keahlian DPR-RI Jajaki Kerjasama Program Magang dan Penelitian

STH Indonesia Jentera menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Keahlian DPR-RI terkait kerjasama penyelenggaraan program magang […]

Belajar Paradigma Baru Sistem Peradilan Pidana Anak

  Senin (29/10), Pengajar dan Mahasiswa Jentera peserta Mata Kuliah Penologi berkunjung ke dua lembaga […]

Belajar Sistem Ekonomi dari Chatib Basri

Kamis (25/10), Muhammad Chatib Basri, Menteri Keuangan Republik Indonesia 2013-2014, menjadi dosen tamu dalam Mata […]

Belajar Forensik ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Jum’at (14/10), Pengajar dan Mahasiswa STH Indonesia Jentera Mata Kuliah Forensik berkunjung ke Departemen Forensik […]

Kuliah Internasional: Membedah Upaya dan Tantangan Melawan Kejahatan Pencucian Uang

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengadakan International Lecture dengan judul “Money Laundering Offences in […]

Setelah Bandung, Mahasiswa Jentera Ukir Penghargaan Ajang MUN di Bali

Muhammad Kahfi Rahmad Sampurno kembali mengukir prestasi di ajang Model United Nations. Kahfi, sapaan akrabnya, […]

Mengajar dengan Humor

Selasa (31/7), STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3), menyelenggarakan workshop […]

Polemik Masa Jabatan Wakil Presiden

Senin (23/7), bertempat di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, diselenggarakan Diskusi Konstitusi dan Legisprudensi […]