Kabar

Obrolan Puri Imperium: Fair Trial Dilema Idealitas vs Realitas

Posted by on 29/05/2017 in Kabar, Kegiatan

Bidang Studi Hukum Pidana STH Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Fair Trial: Dilema Idealitas vs Realitas”. Tema itu diangkat untuk membahas isu peradilan pidana di Indonesia yang belum sepenuhnya dapat dikatakan “fair”. Diskusi yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Mei 2017 di Perpustakaan Dan Lev itu menghadirkan Ricky Gunawan (Direktur LBH Masyarakat) dan Anugerah Rizki Akbari (Pengajar Hukum Pidana STH Indonesia Jentera) sebagai narasumber, dan Miko Susanto Ginting (Kepala Bidang Studi Hukum Pidana STH Indonesia Jentera) sebagai moderator.

Diskusi berjalan menarik dengan format one-on-one talkshow, narasumber diberikan waktu yang singkat untuk menjawab pertanyaan dari moderator sekaligus dapat menyanggah dan mengajukan pertanyaan dan gagasan baru. Tidak hanya itu, peserta diskusi selain dapat mengajukan pertanyaan juga dapat menyanggah dan memberikan opininya terhadap pemaparan yang disampaikan oleh narasumber.

Dalam diskusi tersebut, Ricky menyebutkan bahwa faktor dari belum terlaksananya cita-cita fair trial di Indonesia disebabkan banyak faktor. Bukan hanya melulu tentang kapasitas penegak hukum, tetapi juga lingkungan peradilan yang belum kondusif untuk menciptakan sinergi demi terwujudnya fair trial. Ia memberikan contoh beberapa kasus yang pernah ditanganinya bersama dengan LBH Masyarakat, yakni kasus Rodrigo Gularte. Rodrigo yang mengidap disabilitas mental tetap dieksekusi mati karena diputus bersalah oleh pengadilan telah menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Ia bercerita bahwa selama proses persidangan, Rodrigo tidak mendapatkan bantuan hukum yang layak dan tidak diadili sesuai dengan kondisinya dengan banyak bukti yang tidak diungkap di persidangan. Ia juga memberi contoh Mary Jane Veloso, warga Filipina yang divonis mati. Sedari awal persidangan, ia tidak mendapatkan pendamping dan penerjemah, padahal ia hanya dapat menggunakan bahasa tagalog. ”Bagaimana mungkin ia mampu memahami jalannya persidangan ketika ia tidak tahu bahasa yang digunakan dalam persidangan,” lanjut Ricky.

Eki—panggilan akrab Anugerah Rizki—menambahkan, kapasitas penegak hukum di Indonesia saat ini memang masih perlu peningkatan, terutama bagaimana memahami peraturan dan menjalankannya dalam konteks praktik. Karena tidak semua kasus di dunia nyata dapat berkorelasi langsung dengan teori-teori dan peraturan yang sudah ada, perlu kemampuan kemampuan untuk menafsirkan. Ia mengakhiri talkshow dengan menyatakan bahwa cita-cita fair trial di Indonesia masih sangat panjang. Ada banyak hal yang perlu ditempuh dengan berbagai macam persoalan yang ada saat ini; perlu komitmen untuk berubah dan berbenah.

 

Penulis: DMI
Editor: APH

Kabar

Penelitian dan Advokasi Bidang Legislasi dan Peradilan

Untuk pertama kalinya Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indoensia […]

Mahasiswa Jentera Kembali Meraih Penghargaan di Ajang MUN

Setelah meraih penghargaan Verbal Commendation Award di gelaran Bandung Model United Nation, salah satu mahasiswa […]

Mahasiswa Jentera Raih Karya Favorit dalam Lomba Penulisan Blog MK

Prestasi kembali ditorehkan Mahasiswa STH Indonesia Jentera dalam Lomba Penulisan Blog yang diselenggarakan oleh Mahkamah […]

Membedah Konstruksi Pengaturan Buku I Rancangan KUHP

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera bersama dengan PSHK Indonesia dan Puskapa, mengadakan diskusi publik bertema […]

Bivitri Susanti Bergabung dengan Tim Pemantau Pengusutan Kasus Penyerangan Novel

Pengajar dan Wakil Ketua STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, bergabung dengan tim pemantauan atas penanganan kasus […]

Mahasiswa Jentera Raih Penghargaan di Kompetisi Bandung MUN

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera berhasil meraih prestasi dalam gelaran Bandung Model United […]

Kerjasama Program Magang: STH Indonesia Jentera dan Bawaslu RI

STH Indonesia Jentera menandatangani nota kesepahaman penyelenggaraan program magang dengan Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu […]

Kedutaan Besar Kanada dan Jentera Membahas Kerjasama Pendidikan

  Senin, 11 Desember 2017. STH Indonesia Jentera dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]