Metode Belajar di Jentera

Metode Belajar

Apa yang  ada di benak Anda ketika mendengar “belajar hukum”? Sebagian dari Anda mungkin akan membayangkan hafalan berupa sederet pasal panjang yang membosankan dan kurang menantang. Namun, bayangan itu akan runtuh saat Anda belajar hukum di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (STH Indonesia Jentera).  Di sini, belajar hukum menjadi seru, menyenangkan, sekaligus berbobot.

STH Indonesia Jentera percaya bahwa menaruh perhatian pada metode belajar sama pentingnya dengan materi yang diajarkan. Belajar bukan sekadar proses mentransfer informasi dari dosen kepada mahasiswa; pun bukan sekadar membuat mahasiswa lulus dalam ujian. Belajar adalah proses untuk mempengaruhi konstruksi berpikir secara subtansial dan terus-menerus. Untuk itu, penanaman nilai-nilai STH Indonesia Jentera menjadi satu hal utama yang ditekankan dalam setiap proses belajar maupun lingkungan belajar.

Metode belajar di STH Indonesia Jentera memandang mahasiswa sebagai manusia seutuhnya sehingga proses belajar dilakukan dengan mengaktifkan seluruh pancaindera. Penggunaan musik, warna, gerak, dan suara menjadi bagian tak terpisahkan dalam perkuliahan. STH Indonesia Jentera juga menciptakan lingkungan akademik yang kondusif sehingga mahasiswa tidak ragu mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan dosen. Nilai egaliter dalam suasana belajar-mengajar menjadi salah satu keunggulan STH Indonesia Jentera.

Berikut adalah beberapa model belajar yang diterapkan di STH Indonesia Jentera.

 

1.Kunjungan Lapangan

Untuk memperkaya wawasan dan menajamkan kepekaan, STH Indonesia Jentera mengajak mahasiswa melakukan kunjungan ke insitusi maupun tempat sejarah yang memiliki keterkaitan dengan materi ajar. Contohnya, dalam mata kuliah Ilmu Negara, dosen mengajak mahasiswa ke Monumen Nasional (Monas) untuk mempelajari hegemoni negara. Di sana, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana contoh hegemoni yang dilakukan negara melalui sejarah bangsa.

Contoh lainnya, dalam mata kuliah Penalaran Hukum, mahasiswa berkunjung ke Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendiskusikan penerapan metode penalaran hukum dalam proses perancangan peraturan perundang-undangan. Dari kunjungan itu, mahasiswa dapat belajar bagaimana sebuah teori diterapkan secara langsung.

Sebagai kampus yang mengajarkan nilai kolaborasi, diskusi kelompok menjadi salah satu metode belajar yang kerap dilakukan di STHI Indonesia Jentera. Dari diskusi kelompok ini para mahasiwa dapat saling mempertajam argumentasi, menghargai pendapat satu sama lain, serta bekerja sama untuk memperoleh hasil terbaik. Jadi, sejak awal mereka sudah terbiasa untuk berdiskusi dan bekerja sama, dua hal yang akan sering mereka hadapi pada saat terjun ke masyarakat.

2. Presentasi Kreatif

Presentasi tugas kuliah di STH Indonesia Jentera bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan. Tidak melulu menggunakan <em>slide </em>presentasi, mahasiswa dapat mempresentasikan tugas mereka melalui drama, puisi, poster, lagu, dan sebagainya. Audiens menjadi lebih paham terhadap materi yang dipresentasikan serta tentu saja kuliah menjadi tidak membosankan.

3. Analisis Kasus

Seorang ahli hukum harus piawai dalam membaca dan menganalisis kasus. Apapun bidang pekerjaan yang nantinya dihadapi, mereka akan selalu berhadapan dengan kasus, baik itu pidana, perdata, maupun tata usaha negara. Oleh karena itu, salah satu cara belajar utama yang diperkenalkan di STH Indonesia Jentera adalah analisis kasus. Mahasiswa perlu terbiasa menerapkan suatu teori atau juga pasal dalam kasus-kasus nyata yang terjadi di masyarakat. Tidak heran kalau studi kasus cenderung berujung pelaksanaan ujian untuk evaluasi belajar mahasiswa.

 

4. Memberi Umpan Balik

Umpan balik merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar. Melalui umpan baliklah mahasiwa menjadi tahu apa yang masih kurang dan apa yang masih bisa ditingkatkan dalam pemahaman mereka atas sebuah teori ataupun konsep. Setiap dosen STH Indonesia Jentera memahami betul pentingnya umpan balik itu sehingga mereka dengan terbuka memberikan masukan atas makalah, hasil ujian akhir, maupun tugas-tugas lain yang diberikan kepada mahasiswa. Itu akan membantu mahasiswa untuk terus terpacu mencari tahu dan senang belajar. Inilah bagian dari nilai pembelajar seumur hidup yang dipegang oleh STH Indonesia Jentera.

 

5. International Lecture

STH Indonesia Jentera juga berusaha memperkaya wawasan mahasiswa terhadap perkembangagn teori dan kasus terbaru yang berkembang di negara lain. Salah satunya adalah menghadirkan para pengajar dari berbagai kampus di negara lain. Misalnya saja, dalam mata kuliah Penalaran Hukum dan mata kuliah Hukum Pidana, STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Prof. Mark Cammack dari Southwestern Law School untuk memberikan konsep “kesengajaan” dalam hukum pidana di Amerika Serikat.

Kehadiran para pengajar internasional itu juga menjadikan mahasiswa STH Indonesia Jentera terbiasa mendengarkan kuliah dan berdiskusi dalam bahasa Inggris.

Yang Membuat Jentera Berbeda

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Yang Membuat Jentera Berbeda

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Kedutaan Besar Kanada dan Jentera Membahas Kerjasama Pendidikan

  Senin, 11 Desember 2017. STH Indonesia Jentera dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]

STH Indonesia Jentera Meraih Juara III dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional – Sciencesational 2017 Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Prestasi gemilang telah dicatatkan oleh delegasi lomba karya tulis ilmiah (LKTI) STH Indonesia Jentera. Mereka […]

Kunjungan Mahasiswa Jentera ke International Committee of Red Cross (ICRC) Delegasi Indonesia

 dengan materi perkuliahan Hukum Internasional yang membahas tentang hukum humaniter, mahasiswa peserta mata kuliah hukum […]

Cerita Yusman atas Tuduhan Kasus Pembunuhan

Senin, 30 Oktober 2017 Kelas Hukum Acara Pidana mengundang narasumber yang penting dalam proses pembelajaran […]

STH Indonesia Jentera Bersama PSHK, YLBHI dan LBH Jakarta Menerima Kunjungan Vietnam Ministry of Justice

Kamis, 26 Oktober 2017. STH Indonesia Jentera bersama dengan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]

Believe in Yourself, Chase Your Dream: Sandie Okoro

“Believe in yourself. You are the one that can make your dreams come true”. Pesan […]

Menggugat Keabsahan Status Tersangka Warga Pulau Pari

Kamis lalu, Pengajar STH Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari menjadi ahli yang dihadirkan oleh  WALHI […]

Membangun BUMN, Membangun Bangsa: Pengelolaan BUMN dalam Kerangka Hukum Anggaran Negara

Salah satu topik perkuliahan yang dibahas dalam Mata Kuliah Hukum Anggaran Negara di STH Indonesia […]