Latar Belakang

Mengenai Jentera

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera didirikan atas dasar kepercayaan bahwa hukum di Indonesia harus terus dirawat dan dibangun agar dapat menjadi medium penggerak dalam mencapai Indonesia yang demokratis, berkeadilan, dan sejahtera. Karena itu, pendidikan hukum yang berkualitas menjadi sangat penting untuk menghasilkan praktisi hukum yang mempunyai kecakapan dan integritas tinggi dalam mendukung upaya reformasi hukum di Indonesia.

Jentera didirikan pada 1 Juli 2011 dan dikelola oleh Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (YSHK), sebuah institusi dengan berbagai pengalaman dalam bidang penelitian, advokasi, pelatihan, dan sistem informasi hukum. Mulai tahun akademik 2015/2016, Jentera menyelenggarakan program studi Strata 1 (S1) Ilmu Hukum setelah memperoleh izin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada 10 Juni 2014. Perizinan itu berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 145/E/O/2014 tentang Izin Pendirian Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.

Didukung deretan akademisi dan praktisi hukum terkemuka, lulusan Jentera diharapkan mampu berjuang agar hukum dapat benar-benar menjadi alat untuk mencapai keadilan, bukan hanya bunyi pasal semata.

VISI

Sekolah para pembaru hukum.

MISI

Menyelenggarakan pendidikan hukum dengan menciptakan lingkungan dan budaya akademik yang membangkitkan dan menantang peserta didik dan pengajar untuk selalu mengembangkan ilmu yang didapat, serta berkreasi dan berkontribusi pada bidang hukum di Indonesia dan sebagai warga dunia.

Nilai-Nilai Inti

  1. Kolaborasi
    Jentera percaya bekerja sama dan bersinergi adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan bersama. Dengan kolaborasi, diharapkan semua orang maju bersama dan tidak ada yang tertinggal di belakang. Jentera percaya setiap orang pasti punya kelebihan sehingga kolaborasi akan memperkaya hasilnya.
  2. Kontribusi
    Jentera percaya bahwa semua orang bisa memberikan kontribusi. Kontribusi adalah kewajiban setiap orang untuk menciptakan Indonesia dan dunia yang lebih baik.
  3. Lingkungan akademik yang egaliter, kritis, terbuka, dan kreatif
    Jentera percaya bahwa lingkungan belajar yang egaliter, kritis, dan terbuka adalah prasyarakat untuk menuntut ilmu dan membentuk civitas academica yang kreatif.
  4. Menjunjung tinggi etika dan integritas
    Semua civitas academica Jentera harus menjunjung tinggi etika dan menerapkan nilai-nilai integritas di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
  5. Pembelajar seumur hidup
    Jentera percaya bahwa proses belajar setiap manusia tidak berhenti di bangku sekolah; proses itu berlangsung sepanjang hidupnya. Semua adalah murid dan semua adalah guru.