Kabar

Kunjungan MK: Konstitusi Membutuhkan Legitimasi Zaman

Posted by on 13/05/2016 in Kabar

Kunjungan MK: Konstitusi Membutuhkan Legitimasi Zaman

Kunjungan merupakan salah satu metode belajar yang digunakan di STH Indonesia Jentera. Kali ini, mahasiswa Jentera mengunjungi Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bagian dari mata kuliah wajib Penalaran Hukum bagi mahasiswa Semester Kedua. Kegiatan yang dilakukan pada Jumat, 13 Mei 2016 terbagi dalam dua, yakni kuliah dan diskusi bersama Hakim MK, I Dewa Gede Palguna dengan materi Penafsiran Konstitusi serta Kunjungan ke Pusat Sejarah Konstitusi.

Di Aula Mahkamah Konstitusi, Hakim Palguna pada awalnya menceritakan latar belakang dirinya sebagai seorang akademisi. Ia menjelaskan bahwa konstitusi senantiasa membutuhkan legitimasi dengan zamannya. Oleh karena itu, perlu penyempurnaan konstitusi dengan tiga cara, yaitu perubahan atau amandemen; penafsiran atau interpretasi hakim; dan kebiasaan atau konvensi.

Dalam penafsiran konstitusi, aturannya tidak ditentukan oleh hukum, melainkan dikembangkan oleh pengadilan dan ilmu hukum dengan mengelaborasi pengertian-pengertian dalam konstitusi. Penafsiran konstitusi merupakan sumber hukum tata negara dan dapat diterapkan oleh pengadilan. Sebagai kesimpulan, Hakim Palguna menyampaikan, dengan adanya MK, hakim menafsirkan ketentuan undang-undang yang abstrak dan membuat general guidance dengan berangkat dari contoh-contoh kasus konkret yang diperkarakan di MK.

Dari Aula Mahkamah Konstitusi, pihak MK mengajak mahasiswa STH Indonesia Jentera dan Bivitri Susanti—dosen dan Wakil Ketua STH Indonesia Jentera—menuju Pusat Sejarah Konstitusi yang terletak di lantai 5 dan 6 gedung MK. Pusat Sejarah Konstitusi merupakan wahana edukasi yang mendokumentasikan dinamika perjalanan sejarah konstitusi dan MK yang ditampilkan melalui perpaduan informasi, seni, dan teknologi.

Lantai 5 merupakan zona yang menyuguhkan sejarah Pra Kemerdekaan hingga Perubahan UUD 1945, sedangkan lantai 6 merupakan zona yang menceritakan sejarah MK. Ada pula Sinema Konstitusi yang memutarkan video dokumenter sejarah konstitusi dari sebelum kemerdekaan sampai dengan masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Kabar

Mahasiswa Jentera Melaksanakan UAS dengan Menggelar Pameran Data

Mahasiswa mata kuliah Metode Riset Kriminologi menggelar pameran hasil penelitian sebagai pengganti ujian akhir semester […]

Serunya DIKSI: Pemilu dalam Vlog

Bagaimana kamu memaknai Pemilu? Itulah pertanyaan yang diajukan kepada mahasiswa peminatan bidang studi Konstitusi dan […]

Pertama Kalinya, Jentera Law Fair Digelar

STH Indonesia Jentera bekerjasama dengan Komunitas Debat (Kombat) Jentera menyelenggarakan “Jentera Law Fair 2019: Kompetisi […]

Jentera dan Badan Keahlian DPR-RI Jajaki Kerjasama Program Magang dan Penelitian

STH Indonesia Jentera menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Keahlian DPR-RI terkait kerjasama penyelenggaraan program magang […]

Belajar Paradigma Baru Sistem Peradilan Pidana Anak

  Senin (29/10), Pengajar dan Mahasiswa Jentera peserta Mata Kuliah Penologi berkunjung ke dua lembaga […]

Belajar Sistem Ekonomi dari Chatib Basri

Kamis (25/10), Muhammad Chatib Basri, Menteri Keuangan Republik Indonesia 2013-2014, menjadi dosen tamu dalam Mata […]

Belajar Forensik ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Jum’at (14/10), Pengajar dan Mahasiswa STH Indonesia Jentera Mata Kuliah Forensik berkunjung ke Departemen Forensik […]

Kuliah Internasional: Membedah Upaya dan Tantangan Melawan Kejahatan Pencucian Uang

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengadakan International Lecture dengan judul “Money Laundering Offences in […]