Kabar

Kunjungan Kelas Penalaran Hukum ke Mahkamah Konstitusi

Posted by on 29/05/2017 in Kabar, Kunjungan Belajar

Ini sudah menjadi agenda wajib dalam setiap sesi kelas Mata Kuliah Penalaran Hukum ketika masuk pembahasan Penafsiran Konstitusi. Mahasiswa diajak berkunjung ke Mahkamah Konstitusi sebagai The Guardian of Constitution. Kali ini, Mahasiswa STH Indonesia Jentera langsung diterima oleh salah satu hakim konstitusi, Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.H.

Ia memberikan kuliah dengan tema penemuan dan penafsiran konstitusi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan fungsi dan kedudukan Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu pembentuk undang-undang di Indonesia. Jika DPR berfungsi sebagai Positif Legislator yang membentuk undang-undang, MK berfungsi sebagai Negatif Legislator, fungsi MK dalam pembentukan undang-undang adalah membatalkannya. Undang-undang yang dibentuk oleh DPR dapat diuji secara materiil di MK apabila ada warga negara atau sekelompok warga negara yang merasa hadirnya suatu undang-undang justru melanggar haknya sebagai warga negara. Putusan MK yang bersifat final and binding atas konstitusionalitas suatu undang-undang menjadikan MK sebagai Negatif Legislator.

Selain itu, ia juga menjelaskan perihal wewenang MK dalam menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu. Ia menjelaskan secara rinci apa yang membedakan Perppu dengan undang-undang pada umumnya dan menjelaskan apakah MK memiliki wewenang dalam mengujinya berdasarkan teori dan peraturan yang berlaku. Kemudian, ia menjelaskan perbandingan secara detil MK di negara-negara lain dengan Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan perbedaan sistem hukum yang dianut di negara-negara itu, apakah civil law atau common law. Perbedaan sistem itu membawa implikasi pada bentuk dan wewenang MK dalam menguji suatu peraturan perundang-undangan.

Setelah sesi kelas dengan I Dewa Gede Palguna, mahasiswa STH Indonesia Jentera melanjutkan kunjungan dengan mengikuti dan menyimak sidang panel yang diselenggarakan di ruang sidang utama. Perkara yang disidangkan saat itu adalah perkara sengketa salah satu partai politik di Indonesia. Kunjungan itu diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk memahami materi tentang penemuan dan penafsiran konstitusi secara lebih mendalam dan juga dapat mengenal MK sebagai salah satu lembaga tinggi negara dengan lebih baik.

 

Penulis: DMI
Editor: APH

Kabar

Peran Balai Harta Peninggalan juga Penting

Tahun ini merupakan tahun kedua STH Indonesia Jentera menjalin relasi dengan Balai Harta Peninggalan (BHP) […]

Membahas Legal Pedagogy di ASLI Conference

Inayah Assegaf—Wakil Ketua STH Indonesia Jentera—mengikuti 14th Asian Law Institute (ASLI) Conference di Manila pada […]

Kunjungan Mahasiswa: Badan Pembinaan Hukum Nasional

Untuk dapat memahami materi perkuliahan mata kuliah Kekuasaan Eksekutif STH Indonesia Jentera secara mendalam, mahasiswa […]

Open House STH Indonesia Jentera, “Menjadi Sarjana Hukum yang Siap Hebat”

Setelah tahun lalu berhasil dengan Open House, STH Indonesia Jentera kembali mengadakan Open House pada […]

Obrolan Puri Imperium: Fair Trial Dilema Idealitas vs Realitas

Bidang Studi Hukum Pidana STH Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Fair Trial: Dilema […]

Kunjungan Kelas Penalaran Hukum ke Mahkamah Konstitusi

Ini sudah menjadi agenda wajib dalam setiap sesi kelas Mata Kuliah Penalaran Hukum ketika masuk […]

Hukum Perdata Lanjutan: Keterkaitan Notaris dan PPAT

Kaitan antara Hukum Perdata dan Profesi Notaris amatlah erat. Hubungan hukum dalam konteks perdata hampir […]

Kunjungan Mahasiswa Jentera ke Firma Hukum Lubis, Ganie, Surowidjojo (LGS)

Rabu, 17 Mei 2017, mahasiswa semester 2 STH Indonesia Jentera melakukan kunjungan ke firma hukum […]