Kabar

Dinamika Lembaga Keuangan di Indonesia

Posted by on 13/10/2017 in Kabar, Kuliah Tamu

Kamis, 5 Oktober 2017, Kelas Hukum Perbankan dan Lembaga Keuangan Lainnya kedatangan pengajar tamu yang telah lama malang melintang dalam dunia perbankan dan keuangan. Ia adalah Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono (Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, periode 2012-2017). Dalam kuliahnya, ia membahas tentang dinamika dan perubahan lembaga keuangan di Indonesia.

Untuk membuka materi, ia menjelaskan fungsi Otoritas Jasa Keuangan dan bagaimana peralihan fungsi dari lembaga keuangan bank (Bank Indonesia) dan lembaga keuangan non-bank (Bapepam) kepada Otoritas Jasa Keuangan. Pembicara juga menjelaskan bagaimana Krisis 1998 menjadi momen ditetapkan bahwa akan dibentuk Otoritas Jasa Keuangan. Setelah pengalihan ada tambahan kewenangan edukasi dan perlindungan konsumen pada Otoritas Jasa Keuangan yang sebelumnya tidak dimiliki oleh Bank Indonesia dan Lembaga Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan dapat mengeluarkan peraturan-peraturan terkait lembaga keuangan. Menurutnya, salah satu kelemahan dalam pola pembentukan peraturan perundang-undangan khususnya yang berkaitan dengan keuangan dan lembaga keuangan sudah seharusnya diliat dari perspektif hukum administrasi negara, tidak hanya menonjolkan aspek hukum pidana saja seperti di Indonesia saat ini. Banyak kasus-kasus yang menghukum pejabat publik secara pidana, padahal seharusnya jika ditelaah dari aspek hukum administrasi negara hal itu tentu tidak terjadi. Ia juga menjelaskan kepada mahasiswa contoh-contoh kasus sehubungan dengan penghimpunan dana dari masyarakat tanpa izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan terkait krisis moneter 1998 dikaitkan dengan wewenang pengawasan pengelolaan jasa keuangan yang dimiliki oleh Otoritas Jasa Keuangan. Ia juga menjelaskan mengenai lahirnya Undang-Undang Penanggulangan Krisis Jasa Keuangan. Undang-undang tersebut mengatur mengenai ketentuan terkait likuiditas darurat, seperti bail-out dan bail-in. Bahkan ia memberikan gambaran perihal kasus Bank Century sebagai bank berdampak sistemik terkait dengan krisis moneter. Sehubungan bank sistemik, menurutnya perlu untuk diketahui bagaimana menentukan bank sistemik, baik dari segi modal, atau segi lainnya karena bank sistemik adalah bank yang ketika terjadi sedikit goncangan akan menyebabkan ketidakstabilan terhadap sistem keuangan nasional.

 

Penulis: Rizky Raditya Lumempouw
Editor: DMI

Kabar

Penelitian dan Advokasi Bidang Legislasi dan Peradilan

Untuk pertama kalinya Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indoensia […]

Mahasiswa Jentera Kembali Meraih Penghargaan di Ajang MUN

Setelah meraih penghargaan Verbal Commendation Award di gelaran Bandung Model United Nation, salah satu mahasiswa […]

Mahasiswa Jentera Raih Karya Favorit dalam Lomba Penulisan Blog MK

Prestasi kembali ditorehkan Mahasiswa STH Indonesia Jentera dalam Lomba Penulisan Blog yang diselenggarakan oleh Mahkamah […]

Membedah Konstruksi Pengaturan Buku I Rancangan KUHP

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera bersama dengan PSHK Indonesia dan Puskapa, mengadakan diskusi publik bertema […]

Bivitri Susanti Bergabung dengan Tim Pemantau Pengusutan Kasus Penyerangan Novel

Pengajar dan Wakil Ketua STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, bergabung dengan¬†tim pemantauan atas penanganan kasus […]

Mahasiswa Jentera Raih Penghargaan di Kompetisi Bandung MUN

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera berhasil meraih prestasi dalam gelaran Bandung Model United […]

Kerjasama Program Magang: STH Indonesia Jentera dan Bawaslu RI

STH Indonesia Jentera menandatangani nota kesepahaman penyelenggaraan program magang dengan Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu […]

Kedutaan Besar Kanada dan Jentera Membahas Kerjasama Pendidikan

  Senin, 11 Desember 2017. STH Indonesia Jentera dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]