Kabar

Belajar Paradigma Baru Sistem Peradilan Pidana Anak

Posted by on 02/11/2018 in Kabar, Kegiatan

 

Senin (29/10), Pengajar dan Mahasiswa Jentera peserta Mata Kuliah Penologi berkunjung ke dua lembaga pemasyarakatan, yakni Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1A Tangerang dan Lembaga Pemasyarakatan Anak dan Wanita Kelas 2B Tangerang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari sanksi dan praktek pemidanaan dan menggali informasi lebih dalam perihal pemidanaan, khususnya pada warga binaan anak.

Kunjungan tersebut diawali dengan sambutan dan arahan dari petugas lapas serta diskusi mengenai kondisi lapas yang menyangkut data warga binaan, jenis pembinaan yang diterima oleh warga binaan dan fasilitas lapas. Peserta kunjungan kemudian juga diarahkan untuk berkeliling guna mengetahui fasilitas lapas.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi bersama warga binaan. Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1A Tangerang, peserta kunjungan berdiskusi dengan sepuluh warga binaan anak. Sedangkan pada Lembaga Pemasyarakatan Anak dan Wanita Kelas 2B Tangerang peserta berinteraksi dengan empat warga binaan anak yang sehari-harinya tinggal dengan warga binaan wanita.

Dalam interaksi dengan warga binaan anak di kedua lapas tersebut, peserta kunjungan membahas beberapa hal seperti latar belakang kejahatan yang dilakukan dan proses hukum yang dijalani. Peserta juga berupaya untuk membandingkan pendapat dari warga binaan dengan petugas lapas terkait jenis pembinaan dan fasilitas di lapas.

Dosen Mata Kuliah Penologi yang juga turut serta dalam kunjungan, Anugerah Rizki Akbari, menjelaskan bahwa kunjungan ini berfungsi untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dan praktek yang tidak ada di dalam perkuliahan secara formal, terutama terkait proses pembinaan di masing-masing lapas. Ia menambahkan, di  Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1A Tangerang mahasiswa juga dapat mempelajari penerapan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yakni perubahan paradigma pengelolaan warga binaan anak, yang tadinya bersifat hukuman menjadi pembinaan. Hal tersebut tercermin dengan adanya lembaga pendidikan formal di lapas.

Kunjungan kemudian ditutup dengan pemberian bingkisan dari STH Indonesia Jentera berupa beberapa barang yang dibutuhkan oleh warga binaan seperti peralatan olahraga dan buku bacaan.

Kabar

Belajar Paradigma Baru Sistem Peradilan Pidana Anak

  Senin (29/10), Pengajar dan Mahasiswa Jentera peserta Mata Kuliah Penologi berkunjung ke dua lembaga […]

Belajar Sistem Ekonomi dari Chatib Basri

Kamis (25/10), Muhammad Chatib Basri, Menteri Keuangan Republik Indonesia 2013-2014, menjadi dosen tamu dalam Mata […]

Belajar Forensik ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Jum’at (14/10), Pengajar dan Mahasiswa STH Indonesia Jentera Mata Kuliah Forensik berkunjung ke Departemen Forensik […]

Kuliah Internasional: Membedah Upaya dan Tantangan Melawan Kejahatan Pencucian Uang

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengadakan International Lecture dengan judul “Money Laundering Offences in […]

Setelah Bandung, Mahasiswa Jentera Ukir Penghargaan Ajang MUN di Bali

Muhammad Kahfi Rahmad Sampurno kembali mengukir prestasi di ajang Model United Nations. Kahfi, sapaan akrabnya, […]

Mengajar dengan Humor

Selasa (31/7), STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3), menyelenggarakan workshop […]

Polemik Masa Jabatan Wakil Presiden

Senin (23/7), bertempat di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, diselenggarakan Diskusi Konstitusi dan Legisprudensi […]

Tips Ampuh Merancang Kontrak Bisnis Berkualitas untuk Pekerja Kreatif

Senin (16/7) kemarin, Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera bekerja sama dengan Kios Ojo Keos […]